Pengetahuan

ODYSSEY 21 dan Teknologi Balap Listrik Extreme E

Di balik kecepatan ODYSSEY 21, tersimpan inovasi besar untuk mobil listrik masa depan. Extreme E bukan hanya balapan, tapi panggung transfer teknologi ke industri otomotif komersial.

Ade Apristiawan26 Maret 2025

Extreme E lahir sebagai ajang balap listrik off-road yang tidak hanya menghadirkan ketegangan kompetisi, tetapi juga menjadi laboratorium teknologi kendaraan listrik masa depan. Di lintasan ekstrem yang membentang dari gurun gersang, hutan hujan tropis, hingga es abadi di kutub, para insinyur diuji untuk merancang mobil bertenaga besar, efisien, tangguh, sekaligus ramah lingkungan.

Di jantung kompetisi ini berdiri ODYSSEY 21, sebuah SUV listrik bertenaga monster yang dikembangkan khusus untuk menjawab tantangan paling ekstrem di bumi. ODYSSEY 21 bukan sekadar kendaraan balap, melainkan representasi masa depan industri otomotif dunia.

Evolusi Teknologi Motor Listrik dan Sistem Kontrol ODYSSEY 21

ODYSSEY 21 mengusung dua motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang dipasang secara independen di depan dan belakang. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 550 horsepower atau sekitar 400 kW dengan torsi instan. Kombinasi ini memungkinkan mobil melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 4.5 detik di medan off-road.

Keunggulan utama terletak pada sistem kontrol yang menggunakan inverter berbasis Silicon Carbide (SiC) power module. Teknologi ini menghadirkan efisiensi konversi energi yang tinggi serta ketahanan terhadap temperatur ekstrem. Sistem kontrol mampu membaca kondisi medan secara real-time dan mengatur distribusi torsi melalui teknologi torque vectoring, yang dikendalikan oleh sensor gyro, accelerometer, serta traction control system.

Sumber tenaga utama berasal dari battery pack berkapasitas 54 kWh rancangan Williams Advanced Engineering. Baterai ini dilengkapi liquid cooling system untuk menjaga suhu tetap stabil dalam suhu ekstrem dari -30 hingga 50 derajat Celsius, sekaligus mempertahankan performa puncak dan umur pakai baterai dalam jangka panjang. Desain modular memungkinkan kemudahan servis dan penggantian cepat di tengah kejuaraan.

Studi Aerodinamika dan Material Komposit ODYSSEY 21

Berbeda dari mobil balap sirkuit, tantangan aerodinamika ODYSSEY 21 datang dari kebutuhan menghadapi rintangan alam liar seperti batu, lumpur, hingga bukit pasir. Tim insinyur melakukan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengoptimalkan bentuk kendaraan agar mampu mengurangi hambatan udara sekaligus menjaga pendinginan sistem powertrain.

Desain fender besar, diffuser belakang, dan canard di sisi depan tidak hanya sekadar estetika, tetapi berfungsi untuk mengarahkan airflow secara efisien demi meningkatkan downforce dan menambah traksi di medan ekstrem. Hal ini penting untuk mencegah efek bouncing yang berbahaya saat melibas rintangan atau mendarat dari lompatan tinggi.

Sementara itu, material body mobil menggunakan struktur tubular frame dari baja alloy high strength yang dibalut panel body dari komposit serat karbon-flax hybrid. Kombinasi ini menawarkan kekuatan struktural tinggi, bobot ringan, serta nilai tambah dari aspek keberlanjutan dengan pemanfaatan serat alami yang lebih ramah lingkungan.


Studi Kasus Penerapan Teknologi ODYSSEY 21 di Dunia Nyata

Teknologi yang dikembangkan di ODYSSEY 21 telah membuka mata dunia otomotif tentang potensi besar penerapannya di kendaraan komersial masa depan. Beberapa pabrikan besar mulai mengkaji ulang desain SUV listrik mereka dengan belajar dari sistem torque vectoring ODYSSEY 21 yang terbukti meningkatkan stabilitas, handling, dan keamanan di berbagai kondisi jalan.

Di sisi lain, adopsi SiC inverter mulai dilirik untuk mengurangi ukuran komponen powertrain serta meningkatkan efisiensi daya yang secara langsung berdampak pada penambahan jarak tempuh EV komersial. Selain itu, modularisasi baterai dan sistem thermal management canggih dari ODYSSEY 21 juga menjadi referensi penting bagi pengembangan kendaraan listrik yang harus beroperasi di negara dengan iklim ekstrem.


Peluang Transfer Teknologi ke Industri Otomotif Komersial

Riset dan pengembangan di Extreme E dan ODYSSEY 21 menciptakan peluang besar bagi industri otomotif global untuk melakukan transfer teknologi ke kendaraan produksi massal, khususnya di segmen SUV dan kendaraan utilitas berat. Beberapa potensi utama yang dapat diadopsi antara lain:

  • Torque Vectoring dan Advanced Powertrain Control yang mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara di jalan raya maupun medan berat.

  • SiC Inverter yang lebih kecil, ringan, dan efisien untuk mendukung desain kendaraan listrik berdaya jelajah lebih jauh dengan bobot lebih ringan.

  • Modular Battery System dan Advanced Thermal Management yang menjamin performa baterai tetap optimal di segala kondisi cuaca.

  • Penggunaan material komposit hybrid ramah lingkungan yang mampu menurunkan bobot kendaraan sekaligus menekan jejak karbon produksi.

  • Studi aerodinamika dari medan ekstrem yang bisa diterapkan di SUV listrik, menciptakan kendaraan lebih efisien namun tetap stylish dan aman.

Prediksi Tren Industri Otomotif Listrik Berbasis Teknologi Balap

Melihat ke depan, teknologi yang lahir dari arena balap ekstrem seperti Extreme E diyakini akan menjadi acuan standar baru dalam pengembangan SUV listrik masa depan. Peningkatan performa, efisiensi energi, dan keberlanjutan material menjadi tiga fokus utama yang semakin diperhitungkan pabrikan dunia.

HUMMER EV SUV 2024

Kita akan melihat semakin banyak SUV listrik dan kendaraan off-road yang mengadopsi sistem powertrain pintar, battery management system canggih, serta material komposit berkelanjutan. Bahkan di sektor kendaraan komersial berat dan pertambangan, konsep modularitas baterai dan sistem thermal management dari ODYSSEY 21 mulai dikaji untuk meningkatkan reliabilitas dan efisiensi operasional.

Masa Depan Teknologi Kendaraan Listrik dari Arena Balap ke Jalan Raya

ODYSSEY 21 adalah lebih dari sekadar kendaraan balap listrik. Mobil ini merupakan representasi nyata masa depan teknologi kendaraan listrik yang tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga efisiensi, kekuatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui Extreme E, ODYSSEY 21 membuktikan bahwa teknologi balap bisa menjadi katalis penting dalam mendorong inovasi di industri otomotif global. Dari medan ekstrem ke jalan raya, inovasi dari ODYSSEY 21 siap menginspirasi lahirnya SUV listrik komersial yang lebih tangguh, aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Share:

0 Komentar