Pengetahuan

Mengapa Jalan Aspal Sering Rusak di Musim Hujan

Kenapa jalan aspal sering rusak saat hujan? Temukan penjelasan ilmiah, penyebab, dampaknya, dan solusi untuk jalan yang lebih tahan lama.

Muhammad Ardyan Sidiq27 November 2024

Bro, pernah nggak sih kalian ngerasa jalan yang baru diaspal tiba-tiba udah banyak lubangnya begitu masuk musim hujan? Rasanya ngeselin banget, apalagi kalau pas lagi buru-buru terus kena lubang, bisa bahaya banget tuh. Kenapa ya kok jalan aspal gampang banget rusak pas hujan? Artikel ini bakal bahas alasan ilmiahnya, apa dampaknya, dan solusi yang bisa bikin jalan lebih tahan lama meski diguyur hujan deras.

Penyebab Utama Jalan Aspal Rusak di Musim Hujan

1. Air Hujan: Musuh Utama Aspal

Air itu sebenarnya ancaman besar buat jalan. Bayangin, air merembes ke retakan kecil di permukaan jalan, terus sampai ke lapisan bawah (subgrade). Begitu lapisan ini kena air, kekuatannya langsung turun drastis. Menurut studi Putra et al. (2020), kalau kelembaban di subgrade naik 15%, kekuatannya bisa turun sampai 50%. Makanya jalan jadi gampang amblas atau berlubang.

2. Kualitas Aspal dan Agregat yang Nggak Sesuai

Bahan baku yang asal-asalan juga jadi biang kerok. Kalau aspalnya nggak sesuai standar, daya rekatnya bakal gampang lepas. Padahal menurut SNI, aspal harus punya stabilitas minimal 800 kg supaya tahan beban dan cuaca. Kalau kualitasnya di bawah itu, ya jangan heran kalau jalannya cepat rusak.

3. Drainase yang Amburadul

Nah, ini juga masalah klasik. Kalau air hujan nggak punya tempat buat ngalir, dia bakal ngumpul di permukaan jalan. Genangan ini nggak cuma bikin jalan licin, tapi juga ngerusak lapisan bawah aspal. Studi Xu et al. (2019) nunjukin, jalan tanpa drainase yang bener umurnya 30% lebih pendek.

4. Beban Berlebih dari Kendaraan

Siapa yang suka lihat truk overload? Berat yang berlebihan ini bikin tekanan ke aspal jadi nggak wajar. Menurut AASHTO, beban yang kelewatan bisa ningkatin tekanan sampai 40%, bikin retakan lebih cepat muncul.

Dampak Kerusakan Jalan

1. Transportasi Kacau, Ekonomi Juga Kena

Kerusakan jalan itu nggak cuma bikin macet, tapi juga ngerepotin distribusi barang. Bank Dunia nyatet, biaya logistik di Indonesia masih tinggi, yaitu 24% dari PDB, salah satunya karena infrastruktur jalan yang nggak oke.

2. Risiko Kecelakaan Meningkat

Jalan berlubang itu ancaman besar, terutama buat motor. Data Korlantas Polri (2023) bilang 15% kecelakaan di Indonesia disebabkan kondisi jalan yang jelek.

3. Biaya Perbaikan yang Bikin Kantong Jebol

Memperbaiki jalan rusak itu mahal, bro. Kementerian PUPR alokasikan Rp15 triliun buat perbaikan jalan tiap tahunnya, sebagian besar karena kerusakan musim hujan.

Solusi Biar Jalan Nggak Cepat Rusak

1. Pakai Material Aspal yang Berkualitas

Menurut seorang project manager di Jasa Aspal Jalan, aspal modifikasi kayak polimer bisa bikin jalan lebih tahan air. Menurut Zhang et al. (2021), aspal ini daya tahannya 25% lebih tinggi dibanding aspal biasa. Cocok banget buat wilayah tropis.

2. Perbaiki Sistem Drainase

Jangan anggap remeh drainase. Dengan kemiringan 2% aja, air hujan bisa ngalir lebih lancar tanpa bikin genangan.

3. Pemeliharaan Rutin Itu Wajib

Retakan kecil itu harusnya langsung diperbaiki sebelum jadi besar. Biayanya lebih hemat dibanding nunggu jalan hancur total.

4. Kontrol Beban Kendaraan

Truk overload itu nggak cuma nyiksa jalan, tapi juga bahaya buat pengendara lain. Jadi regulasi tentang beban kendaraan harus lebih tegas.

Studi Kasus: Trans-Sumatera

Jalan Trans-Sumatera jadi contoh nyata. Selama musim hujan, jalan ini sering rusak parah karena bahan yang nggak standar dan drainase jelek. Tapi pas 2022, perbaikan pakai aspal modifikasi berhasil ngurangin kerusakan sampai 40% dalam setahun pertama.

Kesimpulan

Jadi gini, bro. Kerusakan jalan pas musim hujan itu masalah yang bisa dicegah kalau semua pihak kerja sama. Mulai dari pakai bahan berkualitas, bikin drainase yang proper, sampai ngontrol beban kendaraan. Kalau semuanya dijalankan, jalan kita bakal lebih tahan lama dan pastinya bikin perjalanan lebih nyaman. Yuk, bareng-bareng kita jaga kualitas jalan di Indonesia!

Referensi:

  • Putra, A. S., et al. (2020). Impact of Moisture Content on Subgrade Strength.
  • Xu, L., et al. (2019). The Effect of Poor Drainage on Pavement Life.
  • Zhang, Y., et al. (2021). Evaluation of Polymer Modified Asphalt Performance.
Share:

0 Komentar