Teknologi

Komponen Mixer Tank Pada Mesin Industri

Mesin mixer tank adalah sebuah mesin yang berfungsi untuk mencampurkan satu atau lebih bahan utama agar menjadi homogen. Mesin mixer tank memiliki banyak komponen. artikel ini mencoba untuk menjelaskan beberapa bagian komponen dari sebuah mier tank.

Henry Setyanto22 Februari 2025

Mixer tank industri adalah perangkat penting yang digunakan dalam berbagai sektor, seperti farmasi, makanan, kimia, dan minyak dan gas. Fungsinya adalah mencampur, menghomogenkan, atau mengolah bahan cair, pasta, maupun bubuk agar sesuai dengan kebutuhan proses produksi. Artikel ini akan mencoba untuk menjelaskan tentang bagian-bagian utama dari mixer tank, fungsi masing-masing komponen, dan pentingnya desain yang tepat.

Tangki (Tank)

Tangki adalah sebuah komponen utama dalam mixer tank yang berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan dan mencampur bahan. Tangki ini umumnya terbuat dari material seperti stainless steel, karena sifatnya yang tahan korosi, higienis, dan mudah dibersihkan.

Tangki tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari beberapa liter hingga ribuan liter, tergantung pada kebutuhan industri. Bentuk tangki biasanya silinder dengan dasar datar, melengkung, atau kerucut untuk mempermudah aliran bahan.

Impeller (Pengaduk)

Impeller adalah bagian yang bertugas mencampur bahan dalam tangki. Bentuk dan jenis impeller sangat bervariasi tergantung pada sifat bahan yang dicampur.

Impeller berguna untuk menciptakan aliran turbulen atau laminar untuk memastikan bahan tercampur secara merata. Mengurangi waktu pencampuran dengan meningkatkan efisiensi.

Motor dan Gearbox

Motor dan gearbox adalah sistem penggerak yang memberikan tenaga pada impeller. Motor ini biasanya menggunakan tenaga listrik, meskipun ada juga yang menggunakan tenaga hidrolik atau pneumatik.

Seal atau Packing Shaft

Seal adalah komponen yang mencegah kebocoran bahan atau cairan di sekitar poros penggerak (shaft). Seal ini sangat penting, terutama dalam tangki yang beroperasi di bawah tekanan tinggi atau bahan yang mudah menguap.

Baffle

Baffle adalah pelat atau bilah yang dipasang secara vertikal di dalam tangki. Baffle digunakan untuk mengurangi aliran pusaran (vortex) yang dapat mengurangi efisiensi pencampuran.

Biasanya terdiri dari 3-4 baffle di dalam tangki. Serta terbuat dari material yang sama dengan tangki untuk menghindari reaksi kimia.

Jaket Pemanas atau Pendingin (Heating/Cooling Jacket)

Jaket pemanas atau pendingin adalah lapisan tambahan di luar tangki yang digunakan untuk mengontrol suhu bahan di dalamnya. Sistem ini sering digunakan dalam aplikasi yang memerlukan suhu tertentu, seperti proses kimia atau pembuatan makanan.

Manhole dan Port Akses

Manhole adalah bukaan besar pada tangki yang memungkinkan akses untuk perawatan, pembersihan, atau inspeksi. Selain itu, port akses yang lebih kecil digunakan untuk menambahkan bahan selama proses berlangsung.

Instrumentasi dan Sensor

Mixer tank modern dilengkapi dengan berbagai sensor dan perangkat instrumentasi untuk memantau dan mengontrol proses pencampuran.

Jenis Sensor yang digunakan antara lain sensor suhu, sensor level, sensor pH, dan flowmeter. 

Sistem Kontrol

Sistem kontrol adalah otak dari mixer tank. Sistem ini dapat berupa panel kontrol manual atau sistem otomatis berbasis PLC (Programmable Logic Controller).

Outlet dan Sistem Pembuangan

Outlet adalah bagian dari tangki yang digunakan untuk mengeluarkan bahan setelah proses pencampuran selesai. Sistem ini sering dilengkapi dengan katup.

Kesimpulan

Mixer tank industri terdiri dari berbagai komponen yang dirancang untuk bekerja secara sinergis. Dari tangki sebagai wadah utama hingga sistem kontrol yang canggih, setiap bagian memiliki peran penting dalam memastikan proses pencampuran berjalan dengan efisien dan menghasilkan produk berkualitas tinggi. Pemilihan desain dan material yang tepat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari setiap aplikasi industri.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang bagian-bagian mixer tank, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam hal perancangan, pemeliharaan, dan pengoperasian perangkat ini. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi tetapi juga mengurangi risiko kerusakan atau kegagalan sistem.

Share:

0 Komentar