Kreatifitas

Building Information Modeling (BIM) 4D pada Proyek Pembangunan Gedung

Perancangan gedung membutuhkan ketelitian, perhitungan, dan persiapan matang. Hal ini berguna untuk memastikan hasil kerja sesuai dengan perancangan awal. Terutama kalau mengerjakan gedung untuk tujuan pelayanan.

Ishak Okta Sagita31 Januari 2025

Perancangan gedung membutuhkan ketelitian, perhitungan, dan persiapan matang. Hal ini berguna untuk memastikan hasil kerja sesuai dengan perancangan awal. Terutama kalau mengerjakan gedung untuk tujuan pelayanan.

Gedung pusat pelayanan menjadi tempat untuk melakukan kegiatan masyarakat sesuai lingkup. Apabila terdapat gedung pusat pelayanan syariat islam, maka kegiatan yang dilakukan tidak jauh dari aktivitas keagamaan.

Dalam rangka memfasilitasi kegiatan keagamaan, maka membutuhkan tempat yang dapat menampung orang untuk menjalankan aktivitasnya. Oleh karena itu, pemilihan gedung harus dipastikan aman dan berfungsi.

Perancangan proyek pembangunan gedung

Untuk membuat gedung pusat pelayanan yang aman dan berfungsi, dibutuhkan strategi perancangan gedung yang tepat. Dalam kasus ini, Anda akan melihat bagaimana pengerjaan proyek pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Syariat Islam dan Keistimewaan Aceh melalui Building Information Modeling (BIM) 4D. Kajian ini dibuat oleh Universitas Syiah Kuala.

Tools perancangan proyek pembangunan gedung

Penelitian ini memakai empat software dalam pengerjaan proyek pembangunan gedung yaitu Autodesk Revit, Autodesk Navisworks, Microsoft Project, dan Lumion. Semua software ini memiliki fungsi dan kegunaannya tersendiri.

Autodesk Revit

Autodesk Revit merupakan perangkat BIM (Building Information Modeling) yang berguna untuk membuat desain MEP. Software ini cocok untuk perancangan bangunan dan struktur dengan memodelkan komponen ke dalam model 3D bersamaan dengan gambar 2D.

Penggunaan Revit berguna untuk perencanaan tahapan pengerjaan berdasarkan elemen bangunan. Selain itu, Anda juga mendapatkan informasi Quantities Schedule untuk penggarapan proyek pembangunan gedung.

Autodesk Navisworks

Navisworks merupakan software yang berada dibawah naungan Autodesk. Software ini berguna untuk memudahkan membuat desain plant, routing pipa, elektrikal, struktur dalam suatu proyek.

Autodesk Navisworks sering digunakan untuk meninjau hasil desain gedung. Tinjauan ini memberikan pemodelan dan data pengamatan yang berguna untuk pengambilan keputusan kepada pemilik proyek.

Microsoft Project

Microsoft Project adalah aplikasi bawaan Microsoft untuk mengelola proyek, terutama dalam pekerjaan konstruksi. Software ini menampilkan informasi dan mengevaluasi proyek yang sedang berlangsung berdasarkan tahapan pengerjaan.

Software ini seringkali dipakai Project Manager untuk memantau, evaluasi, koordinasi, dan perencanaan demi keberhasilan pengerjaan proyek. Cara penggunaannya adalah dengan membuat skala prioritas yang muncul dalam Gantt Chart, untuk memastikan pengerjaan proyek bangunan sesuai jadwal yang ditentukan.

Lumion

Lumion adalah software untuk render model 3D agar menangkap realists. Software ini memungkinkan pembuatan animasi model 3D dengan rendering berkualitas. Gambar model gambar dari Revit dan Sketchup dapat di render memakai Lumion.

Perencanaan proyek pembangunan gedung

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek pembangunan gedung pusat pelayanan syariat islam melalui tujuh tahapan. 

  • Pemodelan dan estimasi Quantity Take Off Material
  • Perencanaan Work Breakdown Structure (WBS) 
  • Perencanaan Durasi Pekerjaan pembangunan gedung pusat pelayanan
  • Estimasi Kebutuhan Tenaga Kerja
  • Pembuatan jadwal pengerjaan
  • 4D Schedule Simulation
  • Rendering

Pemodelan dan estimasi Quantity Take Off Material

Pemodelan 3D pada proyek ini memakai Autodesk Revit untuk membuat visualisasi berdasarkan data yang sudah diperoleh. Dalam proyek ini, data yang digunakan adalah data Detailed Engineering Design Architectural, kemudian data tersebut dimodelkan dalam 3D.

Selesai melakukan pemodelan architectural template, hasil spesifikasi teknis masuk ke dalam schedule quantities

Pemodelan dengan pendekatan architectural template memakai data Detailed Engineering Design (DED) seperti dimensi, jumlah, panjang, ketinggian, dan spesifikasi lainnya.

Pemodelan dibuat semirip mungkin untuk mendapatkan volume pekerjaan dengan selisih tidak terlalu besar.

Hasil dari pemodelan ini berupa Model 3D, Quantity Take Off struktural yang dapat diintegrasikan ke Microsoft Excel untuk membuat Kurva-S.

Perencanaan Work Breakdown Structure (WBS)

Perencanaan WBS dan keterkaitan dibuat berdasarkan pekerjaan arsitektural dan struktural. Proses ini dilakukan agar tidak masalah selama pengerjaan berlangsung. 

Data yang diperlukan pada kegiatan ini berasal dari item-item pekerjaan struktur dan arsitektur yang tersedia dalam dokumen project dari Ms Excel. 

Kemudian, mulai menentukan kegiatan utama dari proyek dan menjabarkan menjadi sub per kegiatan dengan menggunakan Microsoft Project.

Jadwal dari Microsoft Project akan diintegrasikan ke Autodesk Navisworks untuk mendapatkan TimeLiner pertumbuhan project berdasarkan jadwal. Selanjutnya, output dari model 3D dari Revit di render menggunakan Lumion.

Perencanaan pengerjaan struktural dan arsitektural

Penentuan durasi pekerjaan struktural dan arsitektural memakai data 3D modelbase yang sudah dibuat dalam Revit. Di dalam data tersebut berisi detail quantity take off material tiap pekerjaan.

Durasi pengerjaan nya dibuat memakai data koefisien tenaga kerja berdasarkan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP Tahun 2022) dan data quantity take off dengan memakai Ms. Excel.

Estimasi Kebutuhan Tenaga Kerja

Kebutuhan tenaga kerja ditentukan berdasarkan jumlah tenaga kerja per hari dan rencana urutan pekerjaan. Tujuan untuk memaksimalkan tenaga kerja.

Pembuatan jadwal pengerjaan

Jadwal pengerjaan dibuat dengan memakai Ms Project. Dalam pembuatan jadwal, memakai data yang sudah diurutkan menjadi Work Breakdown Structure.

Perencanaan jadwal memutuskan hubungan keterkaitan antara pekerjaan struktural dan arsitektural untuk memberikan durasi pekerjaan yang akurat.

4D Schedule SImulation

Simulasi model 4D menggunakan model 3D dan Revit berdasarkan perencanaan jadwal dari Ms. Project, kemudian diolah menggunakan Navisworks. Hasil dari simulasi model 4D memuat tampilan time liner penjadwalan pekerjaan arsitektural dan struktural secara visual berbasis waktu.

Rendering

Setelah pengolahan data dan network planning selesai, selanjutnya adalah rendering model bangunan memakai Lumion. Tujuan rendering untuk mendapatkan visualisasi yang lebih nyata.

Tahapan rendering model bangunan diawali dengan memasukan model 3D ke software Lumion, kemudian menentukan posisi tampilan model 3D yang diinginkan, mengatur tingkat pencahayaan, meningkatkan visualisasi material dengan mengaktifkan SpeedRay, menambah efek warna dan elemen untuk menambah detail.

Kesimpulan

Model Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Syariat Islam dan Keistimewaan Aceh hasil dari penerapan BIM 4D adalah model 3D yang dibuat dari Autodesk Revit, Microsoft Project, dan kemudian di render memakai Lumion. 

Training BIM 4D dengan Tools Project Management

Proyek pembuatan gedung pusat pelayanan menerapkan kemampuan manajemen untuk perencanaan dan penjadwalan. Semua itu dapat Anda temukan dalam Training BIM 4D dengan Tools Project Management.

Informasi dan registrasi dapat melalui Engineering Academy.

Training BIM 4D sebagai Tools Project Management (Study Case: Bangunan Gedung) Tools: Naviswork & Ms. Project.
 

Share:

0 Komentar