Industri

Cara Kerja Material Requirements Planning Dalam Proses Produksi

Material Requirement Planning adalah aset penting penting untuk kelancaran proses produksi karena berpengaruh langsung kepada industri.

Ishak Okta Sagita13 Desember 2024

Material Requirement Planning (MRP) adalah sistem perencanaan pasokan untuk membantu menyeimbangkan jumlah permintaan dan penawaran sebuah bisnis. 

Dalam konteks engineering, MRP adalah bagian dari sistem supply chain management (SCM) untuk mengatur jadwal produksi mulai dari perakitan sampai pengiriman dengan biaya seoptimal mungkin.

Pada artikel ini akan membahas bagaimana cara kerja MRP dan penerapannya di industri.

Bagaimana cara kerja Material Requirement Planning (MRP)

Material Requirement Planning bertujuan mengendalikan proses produksi melalui pemilihan bahan baku dan komponen yang dibutuhkan, dan menentukan jadwal produksi sesuai order yang masuk.

Sistem MRP dapat berjalan lancar apabila bisa menjawab tiga hal berikut ini.

  • Apa yang dibutuhkan konsumen?
  • Berapa banyak barang yang dibutuhkan konsumen?
  • Kapan barang harus dikirim ke konsumen?

Dengan menjawab tiga pertanyaan tersebut, akan membantu dalam perencanaan proses produksi yang efektif dan efisien.

Pentingnya menerapkan Material Requirement Planning untuk proses produksi

Material Requirement Planning

Material Requirements Planning memberi kejelasan inventaris bahan baku untuk membantu penjadwalan proses produksi. Tanpa perencanaan, industri memiliki keterbatasan respon dan visibilitas.

Dampak dari tidak ada sistem MRP adalah sebagai berikut

Menyimpan bahan baku secara berlebihan

Memesan bahan baku berlebihan tidak selalu mendatangkan untung. Sebab, bahan baku berlebih akan memakan biaya yang lebih besar. 

Tidak mampu memenuhi kebutuhan produksi

Apabila kelebihan bahan baku tidak bagus industri, apalagi kalau bahan baku sedikit. Ketidakmampuan memenuhi permintaan produksi juga mendatangkan kerugian bagi industri. Mudahnya tidak ada uang masuk.

Mengganggu jalannya proses produksi

Dalam urusan produksi, industri nggak kenal hari libur. Oleh karena itu, gangguan proses produksi akan merambat ke semua nya. Secara langsung berdampak pada pemborosan uang.

Cara kerja Material Requirements Planning

Melansir dari netsuite.com, proses Material Requirements Planning(MRP) terbagi dalam empat langkah.

Identifikasi syarat ketentuan untuk memenuhi permintaan produksi

Hal pertama dari proses MRP adalah identifikasi permintaan lewat jumlah order yang masuk. Kemudian memakai Bill Of Material untuk melakukan produksi.

Nantinya MRP melakukan menerjemahkan permintaan menjadi beberapa komponen dan bahan baku yang dibutuhkan, serta kalkulasi waktu pengerjaan. 

Alokasi sumber daya dan memeriksa daftar inventaris

Dengan memeriksa daftar inventaris, Anda dapat melihat stok barang yang masih ada. Apakah stok barang masih available, sudah habis, atau akan habis dalam waktu dekat. 

Pemeriksaan ini memberi visibilitas kepada bagian gudang untuk melakukan pemesanan, dan purchasing untuk melakukan pembelian.

Membuat jadwal produksi

Membuat jadwal produksi berguna untuk menentukan berapa lama waktu pengerjaan dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Kegiatan ini dibutuhkan untuk menentukan langka kerja agar produksi dapat berjalan lancar.

Mengatur jadwal produksi juga meliputi jumlah mesin, langkah kerja setiap station, prosedur kerja, tanggal pengiriman produk, dan tanggal bongkar muatan bahan baku.

Identifikasi masalah

Dengan mengetahui jumlah bahan baku dan jadwal produksi, sistem MRP dapat mengidentifikasi masalah produksi dan solusi yang diambil.
Katakanlah, ada penundaan produksi karena kiriman bahan kalau belum datang. Maka, sistem akan memberi saran untuk menyelesaikan produksi.

Input MRP

Sistem MRP dapat bekerja apabila ada input data yang diberikan. Setiap input data harus akurat dan diperbaharui supaya bekerja dengan efisien.

Terdapat empat input data untuk menjalankan sistem MRP, yaitu

Permintaan pasar

Permintaan pasar disini bisa diartikan proyeksi penjualan berdasarkan jumlah pesanan konsumen. 

Ketika ada pesanan masuk, data tersebut akan terintegrasi dengan sistem ERP yang memungkinkan membuat keputusan masa depan berdasarkan data historis penjualan.

Bahasa mudahnya adalah sistem MRP membuat keputusan produksi berdasarkan database konsumen.

Bill of Material (BOM)

Memiliki data bahan baku penting untuk membuat perencanaan pasokan. Dengan sistem yang terintegrasi ke daftar inventaris akan menghindari masalah yang berdampak pada pemborosan bahan baku.

Inventaris

Data inventaris yang bersifat real-time untuk mengetahui barang apa saja yang masih ada. sudah masuk daftar pembelian, hingga “barang sedang dalam perjalanan. 

Jadwal produksi utama

Jadwal produksi utama mencakup persyaratan dan perencanaan proses produksi mulai dari jumlah mesin, tenaga kerja, dan jumlah station untuk menyelesaikan semua langkah produksi.

Output MRP

Berdasarkan input data yang masuk, MRP dapat menjabarkan bahan baku yang dibutuhkan, jumlah bahan baku untuk produksi barang, dan alur produksi dari awal sampai ke barang jadi.

Melalui output ini, bisnis dapat menjalankan produksi sesuai jadwal dan stok bahan baku. Ini berdampak pada  pemindahan bahan baku tanpa mengalami penundaan.

MRP juga dapat menjabarkan jadwal datangnya bahan baku, jadwal produksi, dan kapan bahan baku tersebut digunakan. Penjadwalan ini mengurangi penumpukan bahan kayu dan backlog dalam proses produksi.

Pelajari Material Requirement Planning dalam Production Planning and Inventory Control Training (PPIC Training)

PPIC Online Training

Material Requirement Planning menjadi aset penting untuk kelancaran proses produksi. Keterlambatan, penumpukan bahan baku, hingga backlog selama produksi akan menghambat seluruh operasional kerja.

Namun, hal ini bisa diatasi dengan membuat sistem perencanaan produksi dan inventaris yang matang melalui PPIC Online Training.

Informasi dan registrasi PPIC Online Training dapat Anda temukan di Anak Teknik Indonesia.
 

Share:

0 Komentar