Preventive maintenance merupakan metode perawatan mesin industri agar tetap berfungsi selama proses produksi. Metode preventive dilakukan sesuai jadwal maintenance secara proaktif untuk mengecek masalah sebelum terjadi downtime.
Aktivitas preventive maintenance paling sederhana adalah melumas mesin CNC untuk menjaga fungsi mesin dan menurunkan temperatur. Dengan demikian, mesin dapat berusia panjang dan biaya operasional dapat ditekan.
Tujuan preventive maintenance adalah mencegah kegagalan mesin sebelum terjadi supaya dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja. Apabila terjadi kecelakaan kerja akan mengganggu semua operasional dari hulu ke hilir.
Untuk mencegah kegagalan mesin, ada berbagai jenis preventive maintenance yang dapat Anda lakukan sesuai kondisi. Berikut adalah ulasan terkait jenis jenis preventive maintenance.
Jenis preventive maintenance
Preventive maintenance terbagi dalam enam jenis yaitu Time based preventive maintenance (TPM), reliability-centered maintenance (RCM), usage-based maintenance, condition-based maintenance (CBM), Predictive maintenance, planned maintenance.
Penggunaanya bergantung pada alat yang digunakan, tingkat kekritisan, dan sumber daya perusahaan. Melansir dari servicechannel.com, berikut adalah jenis preventive maintenance
Time based preventive maintenance (TPM)
Time based preventive maintenance (TPM) melibatkan pelaksanaan tugas pemeliharaan rutin berdasarkan waktu yang ditentukan. Pemeliharaan berbasis waktu dilakukan dalam periode setiap bulan, tiga bulan, enam bulan, atau dua belas bulan.
Penentuan waktu perawatan sangat mengikuti jadwal produsen mesin, jumlah dan jenis komponen mesin, aturan SNI, dan intensitas pemakaian mesin industri.
Prinsip dari TPM adalah mengasumsi mesin membutuhkan maintenance secara teratur, terlepas dari intensitas pemakaian mesin.
Reliability-centered maintenance (RCM)
Pemeliharaan terpusat banyak digunakan di industri manufaktur, transportasi, dan energi. Prinsip RCM adalah tidak ada perencanaan pemeliharaan yang cocok untuk semua jenis mesin.
Metode RM mengidentifikasi strategi pemeliharaan yang paling relevan dan efektif berdasarkan kebutuhan, kekritisan, dan konsekuensi kegagalan. Tujuan dari metode ini adalah melakukan maintenance dengan memaksimalkan keandalan dan keamanan peralatan.
Usage-based maintenance
Preventive maintenance berbasis pengguna adalah cara untuk melakukan tugas pemeliharaan berdasarkan penggunaan mesin seperti jarak tempuh, siklus operasi, hingga jam penggunaan.
Alur kerja jenis preventive maintenance dipakai ketika melakukan perawatan kendaraan transportasi, konveyor hingga pompa. Tujuannya memastikan pemeliharaan selaras dengan pemakaian mesin yang berdasarkan jadwal keausan komponen mesin.
Condition-based maintenance (CBM)
Condition based maintenance melibatkan pemantauan kondisi mesin dengan memakai sensor, data, dan teknik prediktif. Melalui pemantauan kinerja, Anda mampu mengidentifikasi gejala potensi kegagalan.
CBM memungkinkan intervensi pemeliharaan yang preventif dan terarah, mengurangi hal-hal yang tidak perlu, serta memaksimalkan pemakaian aset.
Predictive maintenance
Predictive maintenance memakai data analitik dan algoritma untuk memantau peralatan dan memprediksi kegagalan. Jenis maintenance ini mengoptimalkan aktivitas pemeliharaan dan mengurangi tugas pemeliharaan dengan memakai data realtime, catatan historis, dan model predictive maintenance.
Planned maintenance
Secara prinsip, pemeliharaan ini memiliki jadwal dengan strategi pemeliharaan proaktif yang melibatkan jadwal aktivitas pemeliharaan selama downtime atau ketika jumlah produksi sedang rendah. Mudahnya, planned maintenance dimulai ketika jumlah produksi tidak banyak atau kosong sama sekali.
Ketika melakukan maintenance dalam kondisi permintaan sedikit, gangguan dapat diminimalisir sehingga Anda dapat fokus pada proses perawatan sampai selesai. Metode ini cocok untuk metode operasi dengan durasi downtime terbatas.
Elemen preventive maintenance
Perencanaan preventive maintenance yang baik berdasarkan jumlah dan jenis mesin yang digunakan, tingkat kritis komponen permesinan, dan sumber daya untuk melakukan maintenance.
Anda dapat menerapkan berbagai jenis preventive maintenance, namun lebih baik apabila Anda memiliki perencanaan yang mencakup pada elemen-elemen penting berikut ini.
Inventaris
Memiliki inventaris aset mesin dan komponen lainnya membantu Anda mengidentifikasi serta memprioritaskan langkah kerja untuk melakukan maintenance. Hal ini meliputi melacak riwayat pakai agar tidak ada komponen penting yang terlewatkan.
Skala prioritas
Menentukan skala prioritas maintenance berdasarkan tingkat kritis mesin dan dampak pada proses produksi di kemudian hari. Memiliki prioritas predictive maintenance yang lebih komprehensif akan meningkatkan efektivitas maintenance mesin.
Jadwal maintenance
Jadwal maintenance yang direncanakan dapat memastikan alur kerja secara berkala, sistematis, dan tepat waktu. Penjadwalan mampu membantu mengoptimalkan dan menyederhanakan sumber daya, dan menghindari gangguan maintenance.
Inspeksi rutin
Selanjutnya, inspeksi rutin membantu Anda mengidentifikasi tanda-tanda kerusakan, masalah, dan keausan komponen permesinan. Anda dapat melakukan inspeksi secara langsung atau memakai sensor.
Pelumasan dan pembersihan
Pelumasan dan pembersihan berguna untuk membantu mengurangi dampak korosi pada material mesin. Selain itu, aktivitas ini berdampak pada pengurangan gesekan dan penumpukan kotoran yang akan berdampak pada kegagalan mesin.
Dokumentasi dan pembuatan laporan
Dokumentasi hasil kerja adalah bagian dari preventive management. Tujuannya membantu mengukur dan melacak besar biaya maintenance, jumlah komponen mesin, dan dampak pasca maintenance.
Catatan dokumentasi juga membantu merencanakan prosedur perawatan yang akan datang berdasarkan catatan masa lalu. Secara tidak langsung, Anda melakukan perawatan berbasis data.
Mengukur performa mesin
Kinerja mesin perlu diukur untuk menilai efektivitas program preventive management. Melalui pemantauan akan berdampak pada penetapan KPI untuk production planning seperti downtime selama perawatan, mean time, dan biaya maintenance untuk mengoptimalkan strategi preventive management.
Kapan waktunya Anda melakukan perencanaan preventive maintenance
Melakukan preventive maintenance memberikan manfaat bagi perusahaan mulai dari kenaikan produktivitas, Return Of Investment, sampai mendukung keselamatan dan kesehatan kerja. Anda tentu sudah tidak asing dengan narasi berikut ini.
Hanya saja, preventive maintenance yang baik adalah ketika melakukan sesuai dengan kondisi perusahaan tempat Anda bekerja. Sederhananya adalah preventive maintenance setiap perusahaan tidaklah sama.
Untuk menunjukkan hal tersebut, berikut adalah tanda-tanda Anda untuk mempertimbangkan mengambil keputusan untuk melakukan preventive maintenance.
Menilai kebutuhan fasilitas dengan melihat aturan perusahaan terkait keselamatan dan prosedur kerja. Hal ini juga meliputi waktu perawatan serta evaluasi tingkat kekritisan alat-alat industri.
Kemudian, pelajari siklus kerja mesin mulai dari pemasangan, pengoperasian, dan penghentian operasional. Informasi ini membantu Anda membuat perencanaan preventive maintenance yang sesuai dengan kondisi perusahaan Anda.
Evaluasi kompleksitas penggunaan mesin. Apakah alat tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk perawatan atau dapat selesai dalam satu hari saja.
Lihat riwayat mesin. Sudah berapa lama mesin tersebut beroperasi, pada kondisi apa saja mesin mengalami kerusakan, dan apa langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Berapa banyak mesin yang masih bisa bekerja untuk saat ini.
Kesimpulan
Dengan mengetahui itu semua, Anda dapat menyusun rencana untuk melakukan preventive maintenance dengan spesifik sesuai dengan kondisi perusahaan. Dengan ini, perencanaan berjalan lancar dan proses perawatan mesin berjalan dengan optimal.
Preventive maintenance ini merupakan satu dari bagian management terkait perencanaan perawatan sumber daya, tenaga kerja, dan anggaran maintenance. Jenis preventive maintenance dapat berjalan berdasarkan waktu, penggunaan, sampai kondisi pemakaian.
Untuk menjalankan konsep preventive maintenance dapat melalui inventaris, skala prioritas, jadwal maintenance, dokumentasi, hingga pengamatan performa mesin. Lakukanlah ketika kondisi perusahaan Anda siap.
0 Komentar
Artikel Terkait
