Teknologi merupakan hal penting untuk mengatur rantai pasokan secara efektif. Kehadiran teknologi sangat membantu untuk urusan pemetaan, dokumentasi, hingga pengambilan keputusan berdasarkan data.
Teknologi supply chain management hadir sejalan dengan perubahan perilaku konsumen. Jika dahulu produksi berjalan lambat merupakan hal wajar, sekarang sudah tidak seperti itu.
Dahulu pabrik hanya memproduksi satu varian saja, sekarang pabrik berlomba-lomba memberikan berbagai varian untuk menjawab kebutuhan berbagai segmen pasar. Dalam sudut panjang rantai pasokan, menjawab tantangan pasar bermula dari hasil pengamatan proses pasokan. Cari apa yang dapat diperbaiki atau ditingkatkan.
Berikut inilah berbagai teknologi dalam supply chain management untuk menyelesaikan masalah industri.
Teknologi supply chain management
Teknologi supply chain management terus berubah seiring perubahan perilaku konsumen dan industri. Sebuah keniscayaan yang tak terhindarkan namun memberi keuntungan bagi perusahaan.
Kalau perusahaan Anda memanfaatkan teknologi akan membuat Anda menonjol di industri. Selain itu, perusahaan Anda semakin kompetitif dan terus relevan dengan perkembangan zaman.
Propel telah mengelompokan apa saja teknologi dalam supply chain management yang sangat dibutuhkan industri saat ini.
Internet of Things
Pasar IoT memproyeksikan ada pertumbuhan sebesar 24,9% pada tahun 2027. Mudahnya, makin banyak industri manufaktur terintegrasi untuk menyampaikan informasi terkait supply chain management.
Pelaku industri memperkirakan industri manufaktur akan berinvestasi pada IoT untuk meningkatkan operasional industri, manajemen aset, dan pemantauan pengiriman barang kepada konsumen. Perlu diingat, menerapkan IoT tidak lepas dari risiko.
Menggunakan IoT untuk mengendalikan operasional berisiko terkena serangan siber. Teknologi IoT membantu menentukan apa saja yang perlu dilakukan dan diabaikan.
Kemudian mendeteksi pola untuk mendeteksi masalah sebelum terjadi. Tak lupa, IoT memberikan Anda kemampuan untuk menyelesaikan masalah jadi lebih efektif.
5G
Teknologi 5G ke dalam supply chain management dapat meningkatkan waktu pemrosesan di industri. Jaringan 5G memakai teknologi cloud untuk menggerakkan koneksi nirkabel untuk pemrosesan data.
Sebagai pelengkap 5G, Starlink merupakan solusi untuk mendapatkan internet di area yang sulit mendapatkan akses internet. Terutama pada pabrik yang lokasinya jauh dari perkotaan.
Blockchain
Blockchain adalah teknologi yang dapat mencatat, mengenkripsi, dan memvalidasi transaksi dan proses dalam supply chain. Bermula dari alat pendukung transaksi bitcoin, blockchain dapat digunakan untuk melacak barang dalam supply chain management.
Cara kerja blockchain seperti buku digital untuk mencatat setiap transaksi dan distribusi ke pengguna lainnya. Dalam Blockchain memakai enkripsi untuk memastikan keamanan dan transmisi langsung. Setiap transmisi yang terhubung akan menyerupai rantai.
AI dan Machine Learning
Artificial Intelligence (AI) membuat industri mengubah ulang strategi supply chain management. Hal ini dipercepat karena pandemi Covid-19.
Berdasarkan survei Oxford Economics menyatakan 70% bisnis telah menerapkan AI dalam produksi dan penjualan kepada konsumen. AI membantu membuat keputusan dan merencanakan sumber daya yang efektif. Sejalan dengan prinsip lean manufacturing untuk mencari metode paling ramping untuk proses produksi.
Perusahaan yang menggunakan AI memiliki kinerja lebih baik. Penerapan teknologi ini membantu memodelkan proses dengan algoritma, kemudian dikembangkan untuk menghasilkan metode terbaik.
Kemudian, ada juga machine learning menunjukan peningkatan produktivitas dan akurasi untuk mempertahankan operasional yang efisien. Kemudahan mengirim data dan maintenance alat memudahkan proses produksi.
Otomasi dan robot
Robot digunakan untuk memindahkan material atau perakitan produk dalam manajemen rantai pasokan. Proses produksi otomasi memakai mesin untuk mengejar target produksi.
Demi mendapatkan presisi produksi, robot memakai software dan program untuk menyederhanakan proses operasi.Dengan demikian, perusahaan tidak terbebankan pada masalah produksi di kemudian hari.
Tidak hanya mengejar target produksi, robot berguna untuk menjaga konsistensi produksi. Engineer menyusun program, mekanisme kerja, dan melakukan iterasi untuk mengejar kualitas produk dengan volume produksi tinggi.
Digital supply chain twin
Digital supply chain membantu mengoptimalkan dan membuat keputusan bisnis dengan mencari perubahan pada sistem supply chain management Anda. Dengan kata lain, ada model simulasi untuk melihat perilaku dan menganalisa masalah supply chain.
Analisis digital supply chain twin memakai software yang sudah terintegrasi dengan sistem perusahaan untuk mewakili aset dan posisi pada seluruh supply chain tempat Anda. Software yang digunakan dapat diskalakan dan dioperasikan untuk mengidentifikasi risiko dan membuat perubahan yang sesuai.
Transparansi di sepanjang supply chain berguna untuk mengambil keputusan yang akurat berdasarkan kejadian yang dapat diantisipasi. Secara sederhana, Digital supply chain twin membantu menguji proses supply chain agar terhindar dari kesalahan dengan menampilkan titik masalah berbasis data.
Software product lifecycle management
Product lifecycle management (PLM) adalah tools untuk mengelola data dan proses di setiap tahap dalam supply chain perusahaan. PLM memberikan cara untuk Anda mengendalikan data dan memberi feedback kepada konsumen untuk meningkatkan transparansi dalam menghasilkan produk berkualitas.
Peranan teknologi dalam supply chain management
Supply chain management adalah bagian dalam industri yang tak terhindarkan. Selama beberapa tahun lamanya, manajemen rantai pasokan menjadi titik krusial karena selalu melahirkan produk bermanfaat.
Teknologi membantu proses ini semakin bermanfaat. Dan tentunya memberi dampak bagi industri. Dan berikut ini adalah peran teknologi supply chain management untuk perusahaan.
Membangun komunikasi supply chain yang lebih baik
Komunikasi efektif membantu keberhasilan supply chain management. Panjangnya supply chain sangat bergantung pada elemen yang saling bergantung satu sama lain. Komunikasi dapat menghubungkan setiap aspek untuk menghasilkan aliran produksi yang solid.
Bentuk komunikasi supply chain dapat Anda terapkan dengan memakai tools software, arahan berbasis suara, pemindaian lokasi, dan pemantauan untuk mengetahui kendala dalam supply chain. Dari sini, Anda mampu memberikan layanan yang cepat dan peningkatan kepuasan pelanggan.
Efisiensi produksi dan operasional
Industri mencari cara untuk mendapatkan kegiatan operasional yang efisien. Bentuk dari efisiensi operasional adalah memanfaatkan teknologi dan menyederhanakan proses operasi.
Integrasi sistem memberikan upaya kolaborasi untuk menjaga operasional berjalan lancar. Respon cepat terhadap masalah dalam rantai produksi akan menghemat waktu dan sumber data demi peningkatan produksi.
Transparansi dalam pengaturan rantai pasokan
Transparansi sangat penting untuk memastikan operasi yang andal. Kemudahan akses memungkinkna Anda dapat mencegah masalah sebelum masuk ke bagian akhir produksi.
Bagi konsumen, transparansi memberikan mereka untuk mengecek status pengiriman barang. Apakah pesanan mereka masih dalam perjalanan atau sudah sampai kantor cabang.
Tak hanya itu, ada jaminan kepastian pemesanan produk dengan menyampaikan informasi secara berkala. Dengan begitu, dapat meningkatkan pengalaman konsumen dan membuat perusahaan Anda makin kompetitif di industri.
Supply Chain Management penting bagi Teknik Industri
Walau zaman sudah memakai AI, Supply Chain Management masih tak tergantikan. Secara teknologi pasti mengalami perubahan namun konsep dasar dan fundamentalnya tetap sama.
Buku Supply Chain Management membahas konsep, fungsi, pelaksanaan, pengadaan, dan analisis inventori untuk menjalankan aktivitas supply chain berjalan dengan lancar. Berfokus pada pengoptimalan nilai rantai pasokan.
Dapatkan Buku Supply Chain Management melalui laman Anak Teknik Indonesia.
0 Komentar
Artikel Terkait
