Pengetahuan

Pengelasan Armor Steel Pada Konstruksi Kendaraan Tempur

Armor Steel Welding, Tantangan Menjawab Kebutuhan Pertahanan Negara

Rizky Kurnia Helmy24 Desember 2024

Armor Steel atau baja tahan peluru adalah baja khusus yang dirancang memiliki kekerasan tinggi untuk dapat menahan beban impak dari peluru yang ditembakkan mengenai permukaan plat. Selain memiliki kekerasan tinggi, baja tahan peluru juga memiliki ketangguhan untuk menahan penetrasi dan fragmentasi peluru.

Pada aplikasi proteksi balistik, material baja dengan proses perlakuan panas Quenched & Tempered (QT) telah banyak digunakan dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan kendaraan tempur.

Proses perlakuan panas armor steel

Proses perlakuan panas QT dilakukan dengan cara memanaskan baja hingga temperatur tertentu kemudian didinginkan secara cepat agar diperoleh struktur baja yang dapat menghasilkan kekerasan tinggi. Kemudian proses pemanasan dilakukan kembali dengan temperatur lebih rendah dari proses pertama untuk mendapatkan sifat ketangguhan baja.

Kemampuan balistik armor steel

Secara kuantitatif sifat kekerasan dan ketangguhan material dapat dinyatakan dengan nilai kekerasan dan energi impak. Nilai kekerasan diperoleh dari uji keras Brinell, sedangkan energi impak diperoleh dari uji impak v-notch.

Klasifikasi armor steel

Klasifikasi armor steel dibagi ke dalam tiga jenis sesuai dengan tingkat nilai kekerasan yang dimiliki. Berikut adalah jenis dari armor steel :

  1. Rolled Homogeneous Armor (RHA)  : Nilai kekerasan 250-410 HB
  2. High Hardness Armor (HHA) : Nilai kekerasan 477-534 HB
  3. Ultra High Hardness Armor (UHH) : Nilai kekerasan >570 HB

Konfigurasi penyusunan armor steel dalam sebuah konstruksi kendaraan tempur di desain sedemikian rupa untuk memperoleh proteksi balistik yang optimal untuk mendukung operasional kendaraan. Selain nilai kekerasan yang tinggi, armor steel juga harus memiliki sifat mampu las yang baik.

Sifat mampu las adalah kemampuan material untuk dilakukan proses pengelasan tanpa terjadi cacat atau kegagalan dan dapat memenuhi persyaratan desain yang telah ditentukan.

Pengelasan pada material dengan karakteristik sifat kekerasan yang tinggi tidaklah mudah. Diperlukan perhitungan yang matang untuk mengantisipasi resiko kegagalan yang mungkin muncul.

Dua masalah utama yang sering ditemui adalah rentan terhadap delay crack yang disebabkan oleh hidrogen dan terjadinya penurunan kekerasan pada armor steel. Tentunya jika resiko tersebut terjadi, proteksi balistik dari sebuah konstruksi kendaraan tempur akan menurun.

Beberapa pendekatan teknis yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut adalah dengan beberapa cara sebagai berikut :

  1. Pemilihan armor steel dengan nilai carbon equivalent yang lebih rendah
  2. Menggunakan proses pengelasan low hydrogen (GMAW)
  3. Melakukan proses preheatiing sebelum pengelasan (untuk mengurangi hidrogen / kelembaban)
  4. Menjaga nilai heat input secara konsisten

Proses pengelasan armor steel pada aplikasi di industri tentunya mengikuti dokumen Welding Procedure Specification (WPS) yang telah di validasi oleh Welding Engineer dengan memperhatikan standar pengelasan yang ada.

Dengan pemahaman yang komprehensif mengenai proses pengelasan, sifat material, dan analisis struktur, mutu pengelasan armor steel dapat terjaga dan terjamin sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati antara pengguna dan industri manufaktur. 

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait