Pengetahuan

Preventive Maintenance Untuk Mengurangi Downtime Mesin Industri

Preventive maintenance menjadi prosedur penting dalam maintenance management system untuk menaikkan produktivitas proses produksi. Apa saja jenis preventive maintenance

Ishak Okta Sagita22 Januari 2025

Preventive maintenance menjadi prosedur penting dalam maintenance management system. Proses ini sangat penting untuk memastikan produktivitas produksi. 

Dalam praktiknya, aktivitas produksi di pabrik harus terus berjalan untuk mengejar target. Apabila terhenti bisa mempengaruhi seluruh supply chain dari pembuatan sampai pengiriman. 

Salah satu penyebabnya adalah alat produksi jarang mendapatkan maintenance. Padahal aspek ini krusial banget untuk keberhasilan produksi.

Studi mengatakan penerapan preventif menghasilkan 500% ROI (Return Of Investment), hemat biaya 12-18% mengurangi downtime lebih dari 18%, dan menghasilkan produk dengan minim cacat sampai 83%.

Semua angka tadi bisa didapatkan kalau Anda menerapkan preventive maintenance. Tetapi sebelum masuk ke penerapan, kenali dahulu apa itu preventive maintenance hingga syarat melakukanya.

Apa itu preventive maintenance

Preventive maintenance adalah aktivitas perawatan pada perangkat fisik untuk mengurangi kemungkinan kegagalan peralatan dan mengurangi mesin downtime. Walau mesin bisa lembur 24 jam tanpa minta pizza, tetap sana mesin dapat mengalami kelelahan material (fatigue) sehingga butuh perawatan.

Preventive maintenance dilakukan sesuai jadwal sebelum komponen mengalami kelelahan material. Perencanaan ini melibatkan dokumentasi kegiatan sebelum dan sesudah maintenance.

Pada perusahaan tertentu, proses preventive management memakai software untuk menjaga jadwal preventif dalam skala besar.

Jenis preventive maintenance

Secara umum, preventive maintenance terbagi dalam dua jenis yaitu periodik dan prediktif. Perbedaannya terletak pada sifat pemeliharaan. Periodic maintenance dilakukan sesuai jadwal, sedangkan predictive maintenance berdasarkan kondisi.

Periodic maintenance

Periodic maintenance adalah jenis perawatan yang sudah terjadwal. Hal ini meliputi pembersihan mesin, inspeksi, ganti komponen dan suku cadang untuk memastikan kelancaran produksi. 

Aktivitas ini dilakukan secara periode tertentu baik dalam hitungan hari, minggu, bulanan, hingga tahunan. Pengaturan jadwal maintenance dilakukan sesuai pedoman Mean Time Between Failure (MTBF) atau waktu rata-rata mesin berhenti selama beroperasi.

Dengan melacak MTBF, Anda dapat memuat jadwal periodic maintenance dengan akurat. Cocok untuk perusahaan yang rutin produksi dalam jumlah besar karena memudahkan penjadwalan.

Predictive maintenance

Predictive maintenance adalah jenis perawatan untuk mengantisipasi kegagalan sebelum terjadi. Perawatan ini berawal dari prediksi kapan komponen mesin akan rusak dengan membaca tren pemakaian mesin dari laporan kerja.

Metode predictive maintenance bekerja dengan melihat mesin dan komponennya berdasarkan hasil diagnosis. Temuan inilah nantinya menjadi acuan masa pemakaian. Apabila sudah melebihi batas pemakaian, harus segera diperbaiki.

Secara sederhana, predictive maintenance baru bekerja berbasis data. Informasi ini kemudian diturunkan menjadi keputusan maintenance yang dalam jangka panjang dapat menghemat uang dan waktu perbaikan.

Untuk bisa menjalankan predictive maintenance, Anda butuh teknologi dan tim yang mampu mengumpulkan dan menganalisis data sesuai kebutuhan. Informasi data diperoleh dari sensor yang nantinya ditampilkan melalui HMI. 

Manfaat melakukan preventive maintenance

Preventive maintenance memberikan banyak manfaat untuk keberlangsungan produksi di industri. Manfaat-manfaat tersebut antara lain

  • Memperpanjang masa pakai mesin dan komponen yang ada
  • Mengurangi downtime akibat kegagalan peralatan
  • Mengurangi cacat produksi
  • Mendukung program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Menghasilkan Return Of Investment sampai 500%
  • Menghemat biaya produksi sampai 18%.

Syarat melakukan preventive maintenance

Syarat melakukan preventive management sangat bergantung pada operasi dan peralatan untuk produksi. Indikator preventive management mengikuti kapasitas dan alur produksi.

Industri pada umumnya mengacu pada standar ISO, SNI, hingga K3 untuk membuat jadwal maintenance. Yang mana dalam jadwal meliputi jenis pemeriksaan dan scope maintenance.

Berdasarkan informasi tersebut, barulah membuat jadwal maintenance mulai dari pencatatan, inspeksi, hingga perawatan.

Kelebihan preventive maintenance

Preventive management dapat memberi keuntungan bagi industri ketika dilakukan secara tepat. Inilah kelebihan yang didapatkan industri ketika melakukan preventive management.

Mengurangi downtime

Downtime adalah waktu ketika kondisi mesin tidak berfungsi atau mati. Ketika mesin mati di tengah jalannya akan mengganggu jalannya produksi. 

Namun melalui preventive maintenance, downtime mesin dapat turun karena sudah diantisipasi agar tidak berhenti di tengah jalan.

Memperpanjang umur mesin

Maintenance rutin secara langsung dapat memperpanjang umur pemakaian mesin. Ini akan berimbas pada keuangan karena menghemat uang produksi. Mencegah pengeluaran berlebih apabila terjadi darurat.

Meningkatkan keselamatan kerja

Preventive maintenance secara rutin mengurangi downtime dan malfungsi mesin. Ketika mesin dapat bekerja dengan baik, nanti akan berpengaruh pada keselamatan kerja. Naiknya tingkat keselamatan kerja juga berbanding lurus terhadap kenaikan produktivitas kerja.

Meningkatan efisiensi produksi

Preventive maintenance secara rutin membantu mesin dan komponen berjalan lebih lama. Efisiensi ini nantinya menghasilkan penghematan biaya dengan hasil optimal.

Kekurangan preventive maintenance

Preventive maintenance terlihat menguntungkan tetapi untuk menerapkannya sendiri butuh berbagai persiapan. Yang mana ini menjadi tantangan sendiri bagi industri. Hal tersebut adalah

Butuh modal investasi di awal

Konsep preventive maintenance hanya bisa berjalan ketika memiliki alat uji, sistem, teknologi, hingga tenaga maintenance. Tentu ini menjadi masalah tersendiri untuk industri yang masih level UMKM. Berbeda dengan industri besar yang sudah establish.

Membutuhkan SDM tambahan

Tidak haya investasi alat dan teknologi. Terkadang industri butuh SDM tambahan untuk melakukan maintenance.

Alat uji harus selalu siap 24 jam

Walaupun preventive maintenance dapat mengurangi downtime, tetapi aktivitasnya masih membutuhkan alat uji. Masalah terjadi ketika alat ujinya bermasalah.

Cara menyelesaikan masalah alat uji adalah dengan kalibrasi ulang sebelum jadwal maintenance. Apabila alat uji tidak dikalibrasi akan mengganggu operasional karena penundaan maintenance.

Kesulitan dalam membuat jadwal maintenance

Penjadwalan preventive maintenance akan sulit untuk perusahaan dengan ratusan sampai ribuan aset. Tidak masalah efektivitas, namun durasi pengerjaan yang belum tentu dapat selesai dalam satu hari.

Masalah penjadwalan ini dapat selesai melalui pemetaan dengan software. Berdasarkan data terkumpul, Anda dapat membuat skala prioritas manakah yang harus didahulukan.

Contoh penerapan preventive maintenance

Bentuk dari preventive maintenance dapat terlihat dari berbagai contoh kasus berikut ini.

Pemeriksaan sistem HVAC

Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) adalah komponen penting bagi industri. Sistem ini berfungsi untuk mengatur sirkulasi udara agar tetap sejuk sesuai kebutuhan penghuninya.

Industri memasang sistem HVAC untuk kenyamanan udara bagi tenaga pekerjanya. Kemudian, pertanyaannya adalah apa hubungannya dengan preventive maintenance.

Maintenance sistem HVAC secara berkala membantu mengurangi kerusakanan yang berdampak pada pembengkakan biaya dan kenyamanan orang. Kalau sistem HVAC rusak, maka penghuni di dalamnya akan mengeluh sepanjang hari.

Pemeriksaan industri makanan

Industri makanan berjalan karena mampu menjaga asetnya. Salah satu aset adalah tempat penyimpanan makanan.

Sebuah restoran memiliki lemari es untuk menyimpan makanan. Lemari es ini baru dapat bekerja kalau memiliki alat pendingin yang baik, penyimpanan rapi, serta kompresor yang bersih.

Preventive maintenance dapat dilakukan di pagi hari selama sebulan sekali. Tujuannya untuk menjaga fungsi lemari es tetap optimal agar dapat menyimpan bahan makanan untuk pelanggan.

Industri transportasi

Aset terbesar industri transportasi adalah kendaraan untuk mengantar konsumen sampai ke tujuan. Namun itu semua tidak berarti kalau kendaraannya rusak hingga nggak bisa jalan.

Oleh sebab itu, lakukan penjadwalan maintenance kendaraan dalam waktu tertentu. Terutama ketika diluar jadwal ramai. Berkat perawatan dasar sampai penggantian komponen agar kendaraan dapat bekerja dengan optimal.

Maintenance Management System Engineering Academy

Maintenance Management System

Preventive maintenance merupakan metode perawatan untuk memastikan kinerja mesin tetap optimal. Apabila terjadi downtime akan mengganggu jalannya produksi. Dampak jangka panjangnya adalah naiknya biaya operasional.

Dalam praktiknya preventive maintenance terbagi dalam dua tipe yaitu periodic dan predictive. Periodic maintenance adalah perawatan yang dilakukan rutin dalam periode tertentu. Predictive adalah perawatan yang dilakukan dengan melihat potensi kerusakan berdasarkan hasil pengamatan data.

Manfaat preventive maintenance adalah mampu menaikkan ROI sebesar 500%, menghemat biaya produksi, mengurangi downtime sampai 18%, dan mendukung program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Apabila Anda ingin mengurangi downtime di industri, Maintenance Management System haris akan memberitahukan rahasianya. Salah satu caranya dengan menerapkan preventive maintenance. 

Kunjungi Engineering Academy atau klik tautan di bawah ini untuk informasi dan registrasi.

Maintenance Management System (Predictive and Preventive Maintenance)

Maintenance Management System (Predictive and Preventive Maintenance)

Maintenance Management System (Predictive and Preventive Maintenance)

Share:

0 Komentar