Dalam melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diperlukan sistem tanggap darurat. Melalui sistem ini, Anda dapat mengantisipasi risiko ketika terjadi keadaan darurat.
Penerapan sistem tanggap darurat tidak bisa dianggap remeh. Karena ini akan menimbulkan kerugian materiil dan immateriil. Contoh kebakaran pabrik kapas yang menyebabkan kerugian secara aset dan harta benda perusahaan, serta terhambatnya produksi karena peralatan rusak parah.
Agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kecelakaan kerja, manajemen K3 harus digalakkan. Salah satunya dengan membuat sistem tanggap darurat.
Lalu, bagaimana cara membuat dan merancang sistem tanggap darurat bagi industri.
Sistem tanggap darurat
Sistem tanggap darurat adalah rangkaian kegiatan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ketika terjadi bencana untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan.
Bentuk dari aktivitas tanggap darurat berupa prosedur, langkah kerja, fasilitas tanggap darurat, tim tanggap darurat, hingga simulasi dalam keadaan darurat.
Pembuatan sistem tanggap darurat dilakukan dengan membentuk tim khusus pengendalian dan menangani kondisi darurat. Melalui tim pengendalian kondisi darurat, dapat melahirkan sikap kerja yang cepat tanggap.
Klasifikasi kondisi tanggap darurat
Kondisi darurat datang dari mana saja. Hanya saja tidak semua hal darurat dapat diperlakukan sama.
Klasifikasi kondisi darurat dilakukan untuk mengenal bagian mana yang bisa dikerjakan sendiri maupun membutuhkan pihak ketiga. Secara umum, klasifikasi kondisi darurat terbagi dalam tiga tingkat.
Tingkat I
Tingkat darurat pertama memiliki potensi mengancam aset dan nyawa pekerja ketika sedang bekerja. Hanya, pada kondisi ini mitigasi dapat dilakukan mandiri oleh organisasi perusahaan.
Caranya dengan menerapkan prosedur keamanan kerja dan disiplin memakai APD.
Tingkat II
Tingkat darurat kedua merupakan kondisi dimana karyawan tidak mampu mengendalikan bahawa walau sudah dilengkapi peralatan keamanan. Contoh kasusnya adalah kebocoran gas, kilang minyak terbakar, hingga ledakan yang mengancam kawasan sekitar.
Pada level ini, mitigasi bencana dapat meminta bantuan dari pihak pemerintah provinsi maupun kota.
Tingkat III
Tingkat darurat ketiga adalah kondisi bencana dahsyat yang dampaknya tidak bisa diselesaikan melalui tingkat II. Maka, penyelesaiannya dengan meminta bantuan pemerintah pusat atau negara.
Bagaimana membuat sistem tanggap darurat
Pembuatan dokumen tanggap darurat dimulai dari observasi lokasi kerja maupun industri. Dari sanalah, tim penyusun dapat membuat sistem tanggap darurat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan.
Walau demikian, ada hal-hal fundamental yang harus ada seperti pertolongan pertama, fire hydrant, sensor asap, hingga jalur evakuasi. Prosedur ini selalu ada di perusahaan level UMKM karena ringkas dan aplikatif.
Bagi perusahaan besar, merancang rencana tanggap darurat merupakan pekerjaan rumah karena memiliki banyak pertimbangan. Tidak hanya itu, rencana ini harus menyampaikan instruksi secara detail dan menyeluruh.
Demi memudahkan penyusunan, berikut adalah variabel penting dalam menyusun sistem tanggap darurat bagi perusahaan besar.
- Jenis keadaan darurat
- Konsekuensi darurat
- Prosedur tindakan yang perlu diambil
- Contact person tim ahli K3 beserta jabatannya
- Struktur organisasi
- Diagram alir untuk menunjukkan layanan tanggap darurat dan jalur evakuasi
- Mengembangkan prosedur tanggap darurat
Perencanaan tanggap darurat tidak hanya dalam bentuk dokumen atau buku panduan. Lebih dari itu, rencana tanggap darurat harus diuji secara berkala untuk memastikan tahapan prosedur tanggap darurat sesuai dengan kondisi perusahaan dan aturan K3.
Formulasi
Rencana tanggap darurat harus mencakup prosedur untuk lepas dari kondisi darurat. Ini meliputi mempetimbangkan ketersediaan sumber data, pemangku kebijakan, tenaga kerja, regulasi kantor, serta pihak-pihak terkait.
Merumuskan prosedur tanggap darurat harus melibatkan para pihak untuk menghasilkan sistem yang terorganisir dan responsif.
Implementasi
Tahap implementasi mencakup penyebaran dokumen kerja. Bentuknya dapat meliputi buku panduan maupun file format PDF kepada semua karyawan yang bekerja di sana.
Dalam tahap implementasi juga mencakup pelatihan K3 umum agar lebih siap dalam mengatasi bahaya dalam lingkungan kerja.
Evaluasi
Tahap evaluasi dapat melalui simulasi latihan tanggap darurat seperti memadamkan api hingga pergi ke titik evakuasi. Sistem tanggap darurat ini harus diuji secara berkala, jangan sampai menunggu datangnya bencana.
Pemeliharaan
Sistem tanggap darurat tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pembaharuan terus dilakukan selalu relevan dengan kondisi lingkungan kerja.
Manfaat penerapan sistem tanggap darurat
Kecelakaan kerja dapat datang kepada siapa saja. Industri yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi wajib menyediakan sistem tanggap darurat demi keselamatan kerjanya.
Rangkaian tindakan yang diwujudkan untuk memberi panduan ketika menghadapi bencana di lingkungan kerja. Menyiapkan pekerjaan untuk tanggap darurat selama pekerjaan berlangsung.
Inilah manfaat yang didapatkan industri ketika menerapkan sistem tanggap darurat
Mencegah kecelakaan kerja dan kematian
Perancangan sistem tanggap darurat mampu mengurangi pencegahan kecelakaan kerja. Penerapan yang tepat guna, sesuai kondisi perusahaan akan mengurangi korban dalam lingkungan kerja.
Mengurangi kerusakan komponen dan peralatan
Kerusakan alat kerja, kontaminasi material, hingga kondisi bangungan tidak aman akan mengundang kerugian finansial. Perusahaan dapat mencegah kerusakan komponen dengan menerapkan sistem darurat sebelum kerusakan alat terjadi.
Meminimalisir kerusakan lingkungan
Tindakan proteksi dan proaktif bertujuan meminimalisir ancaman yang lebih besar. Prosedur tanggap darurat dapat mencegah dan mengurangi penyebaran kerusakan lingkungan ke masyarakat.
Perusahaan lebih cepat bangkit pasca keterpurukan
Kecelakaan kerja akibat kondisi alam maupun manusia dapat menghambat seluruh kegiatan operasional. Secara ekonomi menyebabkan kerugian besar.
Walau begitu, perusahaan dapat meminimalisir kerugian dengan menjalankan prosedur tanggap darurat. Program ini diterapkan agar perusahaan dapat bangkit pasca dengan cepat dan aman.
Kesimpulan
Sistem tanggap darurat merupakan serangkaian kegiatan untuk antisipasi terjadinya kecelakaan kerja maupun musibah dalam lingkungan kerja. Bentuk dari tanggap darurat meliputi prosedur langkah kerja, fasilitas, sampai rute jalur evakuasi.
Klasifikasi sistem tanggap darurat dibuat berdasarkan tingkatannya mulai dari mandiri hingga negara. Dalam penyusunan langkah kerja tanggap darurat membutuhkan observasi, riset, serta keterlibatan semua pihak yang terkait di industri.
Hal terpenting dari pembuatan sistem tanggap kerja adalah terdokumentasi dan aplikatif. Artinya siapapun dapat menggunakannya dan mempelajari secara mandiri.
Penyusunan dan perancangan sistem tanggap darurat merupakan salah satu bagian dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Anda dapat mengambil sertifikasi K3 Umum BNSP yang diselenggarakan di Surabaya pada Februari 2025.
Informasi dan registrasi dilakukan melalui laman Engineering Academy. Segera daftar karena kursi terbatas.
0 Komentar
Artikel Terkait
